BKPM Luncurkan KLIK Tahap II.

BKPM Luncurkan KLIK Tahap II.

Brita7.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong kepada pers di Batam,Kepulauan Riau, mengatakan  semua negara balapan dalam upaya menarik sebanyak mungkin investor dengan cara terus mempermudah dan mempersingkat izin investasi agar pengusaha nyaman serta aman.

“Persaingan sengit karena semua negara berebutan menarik investor dan kita tidak saja berhadapan dengan Malaysia dan Singapura tapi juga Vietnam dan Thailand yang juga rajin tawarkan kemudahan investasi,” katanya

Thomas Lembong,Jumat (3/2) berada di Batam untuk meluncurkan Perluasan Implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) Tahap II.

Dikatakan Thomas Lembong,kondisi seperti sekarang ini membuat semua pemerintah di masing-masing negara berupaya mengubah dan memperbarui serta membatalkan regulasi yang dianggap tidak pro dunia usaha.

Pemerintah Indonesia, juga selalu berupaya membuat terobosan serta berupaya menghilangkan semua jenis regulasi yang dinilai menghambat masuknya investor.

“Ini benar-benar balapan untuk bisa tarik investasi ke dalam negeri. Kita tak bisa berdiam diri dan bertahan lagi tapi harus proaktif,” katanya.

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, juga berupaya menghilangkan cara dan pola pikir yang selama ini mempersulit izin investasi, kalau ada yang tidak sanggup menjalankan maka akan disingkirkan.

“Mohon maaf mungkin ada yang tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Pola pikir yang lama yaitu senang memperlambat izin investasi agar dihilangkan dan kalau ada yang tidak setuju akan disingkirkan,” kata Thomas.

Berdasarkan data dari BKPM realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam tahun 2016 sebesar Rp 6,26 triliun (71 Proyek), meningkat sebesar 46,6 persen dibandingkan periode sebelumnya tahun 2015 sebesar Rp 4,27 triliun (63 Proyek).

Realisasi PMA ini umumnya didominasi oleh sektor industri alat angkutan dan transportasi lainnya, serta industri mineral non logam dan industri kimia dasar. Sedangkan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 2016 sebesar Rp 489,5 miliar (75 proyek), mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 13 kali lipat dari tahun 2015 sebesar Rp 34,7 miliar (77 proyek).

Peningkatan PMDN ini disebabkan oleh peningkatan pada proyek-proyek investasi pertambangan minyak dan gas alam serta proyek-proyek properti di Kota Batam pada tahun 2016.

“Batam akan terus kita dorong sebagai kawasan utama investasi di Indonesia,” katanya.

Thomas mengharapkan dengan peluncuran KLIK ini realisasi investasi khususnya di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau semakin meningkat dan dapat memacu kegiatan ekspor-impor.
Cakupan kemudahan seperti ini akan terus diperluas dan dikembangkan di sejumlah wilayah.

Hadir dalam acara peluncuran Perluasan Implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) Tahap II, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Kapolda Kepulauan Riau Inspektur Jenderal Pol Sam Budi Gusdian, Walikota Batam Muhammad Rudi, serta Ketua Badan Pengelola Batam Hatanto Reksodiputro.

Peluncuran KLIK tahap I dilakukan pada. 22 Januari 2016 di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo.(ant/ara)

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan