Bos Apac Group Turut Diamankan Terkait OTT EMS

Bos Apac Group Turut Diamankan Terkait OTT  EMS
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta (Brita7.com) – Juru bicara  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Febri Diansyah mengatakan, tim penindakan KPK kembali menangkap tiga orang terkait operasi tangkap tangan (OTT) Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Total yang ditangkap dalam kasus ini berjumlah 12 orang.

“Tadi malam tim kembali mengamankan tiga orang lainnya dan kemudian dibawa ke kantor KPK,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu, 14 Juli 2018.

Semua hal terkait OTT ini,menurut Febri,akan dijelaskan secara detail oleh pimpinan KPK dalam konferensi pers hari ini. Saat ini, Lembaga Antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang ditangkap itu.

“Tentu termasuk status hukum perkara ini dan orang-orang yang diduga terlibat,” pungkasnya.

Dalam OTT tadi malam, Bos Apac Group,Johanes B Kotjo,salah satu pihak yang diamankan selain Eni,menurut jubir KPK,Eni yang merupakan Politikus Golkar itu diduga menerima uang sebesar Rp500 juta dari Johanes B Kotjo.

Pemberian uang dari Johanes B Kotjo kepada Eni Saragih disinyalir berkaitan dengan proyek PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Riau. Proyek pembangkit listrik itu masuk dalam proyek 35.000 megawat (MW).

Berdasarkan penelusuran awak media, sejumlah konsorsium yang terdiri dari BlackGold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB) dan China Huadian Engineering Co., Ltd. (CHEC) memang tengah menggarap proyek PLTU di Riau.

Johannes B Kotjo di kutip dari berbagai sumber,merupakan konglomerat yang masuk salah satu dari 150 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD267 juta pada 2016,merupakan salah satu pemegang saham di BlackGold,dimana BlackGold merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi multinasional.

Sebelum dicokok KPK, Johannes B Kotjo pernah juga mendekam di tahanan Mabes Polri pada Maret 2001. Polisi menahan Johannes  Kotjo setelah dijadikan tersangka dalam kasus penggelapan dan penipuan US$ 70 juta.  Penahanan tersebut adalah kelanjutan dari pengembangan kasus pengambilalihan PT Kanindotex milik Robby Tjahjadi. (ara)

 

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan