Diduga Seorang Cukong, Serobot Tanah Warga

Diduga Seorang Cukong, Serobot Tanah Warga

Tangerang (brita7.com)-Delapan penggarap tanah negara di Desa Dadap, kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, mempertanyakan perubahan status tanah garapan menjadi Akta Jual Beli (AJB) milik perseorangan. “Para penggarap mencari keadilan dengan meminta pihak BPN Kabupaten Tangerang melakukan mediasi,” ucap Budi Susanto, MBA selaku juru bicara para penggarap, Kamis (26/7).

Namun sangat disayangkan, lanjut Budi, sejauh ini pihak dari BPN Kabupaten Tangerang menolak permintaan itu,atas dasar apa pihak BPN menolak permohonan yang telah diajukan.

Budi yang merupakan Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Banten Nusantara (YKBN) bersama Haerul Herdiansyah,selaku bendahara (YKBN) juga menilai adanya kejanggalan karena perubahan status tanah garapan menjadi AJB atas nama Akhmad Ghozali yang diduga seorang cukong.

“Seharusnya pihak BPN mau turun tangan, apalagi ini menyangkut tanah negara yang bisa berubah fungsi menjadi kepemilikannya pribadi,” katanya lagi. Padahal untuk perubahan pemilikan tanah garapan, tentu seharusnya diberikan kepada para penggarap yang telah lama mengantongi izin.

Budi menjelaskan, delapan penggarap yang memiliki izin garapan antara lain; Suherman, M Thamrin, Ade Naufal, Norma Yusnita, Nofiah, Hungdres Halim, Edward Halim, Nani Wijaya, Hendra Wijaya dan Sri Supinati. Namun meski mereka masih mengantongi izin garapan, tiba-tiba muncul AJB atas nama Akhmad Ghozali.

Sementara itu salah satu pejabat BPN Kabupaten Tangerang, Sugiyanto yang ditemui wartawan, tidak mau memberikan komentarnya. “Harus jelas dulu itu AJB-nya atas nama siapa, lahan persisnya di mana. Silahkan Anda cek dulu ke Camat atau notarisnya,” katanya. (Yanto)

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan