Dua Terdakwa Pembunuh dan Pemerkosa Eno di Vonis Mati

Dua Terdakwa Pembunuh dan Pemerkosa Eno di Vonis Mati
Palu Hakim

Brita7.com Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan hukuman mati kepada  dua terdakwa Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriyadi (24),pembunuh dan pemerkosa Eno Parihah dengan menggunakan gagang cangkul.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim M Irfan Siregar mengatakan bahwa terdakwa dianggap terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo pasal 55 ke 1 KUHP.

Untuk tersangka Rahmat Arifin dijerat tambahan dakwaan alternatif pasal 285 KUHP tentang perkosaaan.

“Menyatakan terdakwa Imam Hapriyadi terbukti secara sah dan meyakinkan,melakukan pembunuhan berencana. Menyatakan Rahmat Arifin bersalah melakukan pembunuhan berencana dan perkosaan. Menjatuhkan pidana kepada Imam Hapriyadi dan Rahmat Arifin pidana mati,” ujarnya di PN Tangerang pada Rabu (8/2/2017).

Adapun yang menjadi pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa termasuk keji, menimbulkan luka terdalam kepada keluarga korban.Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan sedikit pun tidak menunjukkan penyesalan.

“Sedangkan yang meringankan tidak ada,” ucap Majelis Hakim.

Mendengar putusan Hakim, kedua terdakwa  hanya tertunduk di kursi pesakitan. Tak ada reaksi apa pun dari dua terdakwa itu.Mereka tak bergeming dan terdiam sesaat.

Kemudian Majelis Hakim mempersilakan terdakwa untuk menerima atau pikir-pikir untuk mengajukan banding terhadap putusan tersebut.Dengan berjalan pelan-pelan dan, tertunduk kedua terdakwa menghampiri pengacaranya untuk berkonsultasi.

“Kami mau pikir – pikir dulu,” kata Imam Hapriyadi usai konsultasi dengan kuasa hukumnya.

Kuasa hukum terdakwa, Sunardi Muslim mengaku putusan Hakim terlalu berat. Hakim juga tidak mempertimbangkan intimidasi yang dialami oleh kliennya itu.

“Kami akan kaji kembali apa akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, intinya kami tidak terima dengan putusan ini,” ungkap Sunardi.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum, Ikbal Hadjarti menyatakan putusan Hakim sudah sesuai dengan tuntutan mereka sebelumnya.

“Putusan ini sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Tinggal menunggu hak terdakwa mengajukan banding,” paparnya.

Sidang vonis tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian.Jajaran Polrestro Tangerang berjaga – jaga di ruang sidang dan depan halaman PN Tangerang.

Pantaun Brita7.com, di ruangan sidang penuh sesak,dan nampak keluarga korban hadir di persidangan tersebut. (latief)

 

 

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan