Kebijakan Ekonomi Trump,Bikin Negara-Negara Timur Tengah Akan Mencari Negara Tujuan Investasi

Kebijakan Ekonomi Trump,Bikin Negara-Negara Timur Tengah Akan Mencari Negara Tujuan Investasi
Presiden Jokowi bertemu Raja Arab

Brita7.com- Jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjalankan kebijakan ekonomi proteksionis terhadap sejumlah negara Islam,maka akan banyak negara-negara di Timur Tengah akan mencari tujuan lain,karena AS membatasi masuknya dana negara Islam.

 

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia berpeluang menjadi pusat keuangan syariah global. Indonesia bisa menjadi negara tujuan investasi karena jumlah penduduknya mayoritas muslim.

 

“Apabila Trump begini policy-nya (kebijakan), pasti dana dari negara Islam itu menghindar dari Amerika. Ke mana dia,tentu ke negara yang mempunyai pasar cukup besar dan mempunyai aturan yang baik. Kita sudah punya aturan yang baik tentang bank syariah dan pasar cukup besar. Jadi potensinya besar untuk itu,” ungkap JK, Jumat (27/1).

 

Namun tegas JK, Indonesia harus bersaing dengan Malaysia mengingat Negeri Jiran itu 10 tahun lebih awal menerapkan sistem ekonomi syariah Meski JK optimistis Indonesia bisa menjadi negara tujuan investasi negara-negara di Timur Tengah dengan keunggulan besarnya potensi pasar dan telah melakukan deregulasi peraturan yang ramah terhadap investor syariah.

Sebagaimana diberitakan, keinginan membuat Jakarta menjadi pusat keuangan syariah global dicetuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat peringatan satu windu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Istana Negara, Jakarta, akhir tahun 2016. Keinginan tersebut muncul karena pasar ekonomi syariah di Indonesia hanya 5 persen. Angka tersebut dianggap sangat kecil dibandingkan Malaysia yang mencapai 30 persen atau Inggris dan Korea Selatan. Padahal, penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta, mayoritas muslim.

Ditambah lagi, data menunjukkan bahwa penerbitan SBSN atau sukuk jadi yang terbesar di dunia. Sampai 30 November 2016, penerbitan SBSN di pasar internasional telah sampai US$ 10,15 miliar dengan outstanding US$ 9,5 miliar, Total investor individual sukuk mencapai 48.444 orang.(bs/ara)

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan