Mengaku Anggota Polisi,Todong Pistol dan Peras Warga

Mengaku Anggota Polisi,Todong Pistol dan Peras Warga

Tangerang (Brita7.com)- Empat tersangka pemeras Mansyur (30) dan Kife (36) warga asal Sepatan Kabupaten Tangerang, berhasil diamankan Jajaran Polrestro Tangerang.

Keempat tersangka tersebut di antaranya AS (37), AR (27), ES (50), dan M (35) merupakan  oknum dari Badan Nasional Narkotika (BNN) yang mengaku  sebagai anggota polisi.

Para pelaku yang diamankan diduga selain  memeras dan menodongkan pistol ke korbannya juga melakukan penganiayaan hingga kedua korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

Bahkan, pelaku sempat memborgol tangan, menodongkan pistol, serta menuduh korban dengan dalih telah bermain judi koprok. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan di Mapolrestro Tangerang,Kamis (21/6/2018).

Insiden yang terjadi pada Selasa (19/6/2018) ini,jelas Herry, berawal ketika korban sedang asyik berdiskusi sambil minum kopi di Kampung Malang, Desa Gempolsari, Sepatan Timur,Kabupaten tangerang,dan tiba – tiba saja beberapa orang berlarian menuju tempat korban serta diiringi suara letusan senjata.

“Tidak lama kemudian datang para pelaku yang mengaku sebagai polisi dari Tigaraksa  menuduh korban merupakan orang yang melarikan diri karena digerebek oleh para pelaku saat bermain judi koprok,” ujar Harry

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut, para pelaku pun langsung memborgol tangan korban dan membawanya berputar – putar ke daerah Tangerang menggunakan mobil pelaku.

“Kedua korban saat berada dalam perjalanan dipukuli oleh para pelaku,” jelasnya.

Namun, setibanya di Danau Kotabumi Tangerang,lanjut Herry, tersangka menurunkan korban dan menganiaya, bahkan kepala korban ditodong pistol jenis Revolver. Pelaku mengajak korban untuk berdamai dengan alasan harus menyanggupi uang sebesar Rp. 5 juta.

“Saat persiapan menerima uang tersebut, keempat tersangka berpindah- pindah dan pada saat itu keluarga korban melaporkan kepada Polres Metro Tangerang,” kata Harry.

Keluarga korban dan pelaku pun membuat kesepakatan bersama untuk persiapan penerimaan uang itu. Dan disepakati kedua belah pihak bertemu di Ruko, Desa Cadas, Tangerang.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi menambahkan, ketika itu para pelaku beserta barang bukti langsung diamankan. Pihaknya pun menindak tegas salah satu pelaku lantaran mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

“Pada saat dilakukan penangkapan di TKP, pelaku sempat melakukan perlawanan kepada petugas dan kami lumpuhkan dengan senpi, ditembak kakinya, dan saat ini sedang di rawat di rumah sakit Polri dengan luka di betis kanan,” terang Deddy.

Atas perbuatannya itu para pelaku terancam dijerat Pasal 170 KUHP dan UU Darurat Tahun 1951 lantaran tidak memiliki hak mempunyai senjata api serta bersama-sama melakukan tindak kekerasan atau pengeroyokan.(wk)

 

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan