Pendekar Keadilan Dukung Ahok-Djarot

Pendekar Keadilan Dukung Ahok-Djarot
Antasari Azhar

Brita7.com – Pasangan Cagub-Cawagub nomer urut dua, Basuki Cahaya Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam pilkada DKI mendapat dukungan untuk kembali menjabat sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari  mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

Antasari tampak menghadiri debat kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 itu dengan mengenakan batik lengan panjang warna coklat. Ia datang sebagai tamu VIP.

“Saya coba perhatikan secara cermat dan seksama setelah saya perhatikan dan saya lama jadi penduduk di Jakarta sekitar 10 tahun, Jakarta itu perlu pemimpin yang cerdas, tangan yang gesit, nah itu ada di calon nomor dua. Saya dukung yang betul-betul pantas jadi gubernur, saya lihat itu ada di nomor dua,” kata Antasari seusai menghadiri debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat malam,(27/1).

Antasari pun mengatakan kedatangannya dalam debat kali ini terkait dengan tema yang diangkat, yaitu Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik dan Perencanaan Tata Ruang dan Wilayah.

“Saya mengamatinya, temanya kan reformasi birokrasi dan pelayanan publik serta penataan ruang kota. Dulu kan fokus KPK seperti itu, waktu saya masih jadi pimpinan KPK,” ucap Antasari.

Sementar itu menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto pun menegaskan bahwa kehadiran Antasari sebagai dukungan kepada Ahok-Djarot.

“Pak Antasari mengatakan dari kacamata batinnya menyatakan untuk memberikan dukungan kepada Pak Ahok-Djarot sehingga ada pendekar keadilan yang bergabung untuk mendukung agar program pemberantasan korupsi betul-betul bisa dilanjutkan,” kata Hasto seusai menghadiri debat

Hasto pun menilai masyarakat DKI Jakarta betul-betul membutuhkan sosok yang tegas dan berani seperti Ahok-Djarot daripada memilih orang yang sangat santun tapi kompromi korupsi.

Dalam Debat Pilkada putaran kedua, Ahok menanggapi pernyataan calon gubernur nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono yang mencanangkan pembangunan rumah rakyat tanpa adanya penggusuran di bantaran sungai.

“Gimana pasangan nomor satu bisa dapat lahan 390 hektare dan tidak melanggar PP Nomor 38 yang menugaskan kita menertibkan bangunan di atas sempadan sungai,” kata Ahok dalam Debat Pilkada DKI,Jumat malam (27/1)

Ahok menjelaskan tujuannya merelokasi tempat tinggal warga di wilayah bantaran sungai untuk menormalisasi sungai tersebut sekaligus membangun jalan inspeksi sepanjang 8-10 meter untuk akses masuk alat berat.

Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 mengatur adanya penertiban bangunan yang berdiri di sempadan sungai agar fungsi sungai kembali normal.

Cagub yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat itu juga mengakui biaya hidup warga setelah direlokasi ke rumah susun menjadi mahal.

“Kami mengerti biaya hidup di rusun karena jaraknya jauh jadi mahal. Makanya kami menggratiskan transportasi, termasuk memberi KJP, tunjangan dan sembako,” kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta mengangkat tema Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik dan Perencanaan Tata Ruang dan Wilayah dalam debat kedua calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta.(antara/ara)

 

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan