Praktek Pungli Merajalela Di UPT DPPKD Samsat Serpong

Praktek Pungli Merajalela Di UPT DPPKD Samsat Serpong

Serpong,(brita7.com) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Samsat Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten disinyalir sarat dengan pungutan liar (pungli). Informasi tersebut diperoleh dari masyarakat yang biasa melakukan pengurusan di Samsat Serpong, namun pria ini minta tidak mencantumkan jati dirinya.

Pungli yang diduga kuat dilakukan oleh oknum UPT DPPKD Samsat Serpong, Tangerang Selatan yaitu biaya pendaftaran kendaraan baru roda 4 sebesar Rp. 125.000 per unit dan Rp. 80.000 per unit untuk kendaraan roda 2, serta biaya Fiskal Rp. 100.000 per unit, untuk kendaraan roda 4 dan Rp. 50.000 untuk kendaraan roda 2.

Menurut pria Berkumis yang enggan menyebutkan jati diri dan identitas kendaraannya kepada brita7.com, mengatakan, kalau praktek pungli di samsat ini tetap dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan merusak citra Gubernur Banten (red-WH) di mata masyarakat. Bahkan, lanjut pria ini, proses pengurusan surat-surat di Samsat Serpong, Tangerang Selatan ini diakuinya tidak ada yang gratis, semua pake duit. Masyarakat dijadikan sapi perahan oleh oknum petugas untuk memperkaya diri sendiri.

Sungguh miris, padahal di depan kantor Samsat tersebut terbentang spanduk berisikan ajakan untuk menolak praktek pungli, tetapi di dalamnya tumbuh subur praktek pungli.

Mochmmad Bangkit, Kepala Seksi Pendataan UPT DPPKD Samsat Serpong, Tangerang Selatan ketika dikonfirmasi membantah, tidak ada pungli di samsat serpong. “Di Samsat Serpong tidak ada pungli. Kalau pun ada, saya tidak tahu. Ibu (red-kepala UPT) jarang di kantor, monitoring kebawah,” terang Bangkit kepada brita7.com, Selasa (2/4). (Yanto )

banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan